Ketuntasan Belajar

KETUNTASAN BELAJAR

Kurikulum SMA Taruna Andigha Bogor memberikan batasan minimal keberhasilan proses pembelajaran. Ketuntasan belajar minimal adalah merupakan criteria yang menjadi ukuran bahwa seorang siswa telah dapat mencapai suatu komptensi dasar tertentu.Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 disebutkan bahwa salah satu prinsip penilaian dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah beracuan kriteria.Hal ini berarti bahwa penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan.Oleh karena itu, satuan pendidikan harus menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran sebagai dasar dalam menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Penetapan kriteria ketuntasan minimal belajar merupakan tahapan awal pelaksanaan penilaian proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar.

SMA Taruna Andigha menetapkan ktriteria ketuntasan minimal (KKM) dilakukan dengan cara musyawarah dari hasil analisis masing-masing guru mata pelajaran. Adapun criteria ketuntasan minimal (KKM) tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut :

Dasar Penetapan KKM di SMA Taruna Andigha Bogor didasarkan atas :

  1. Kompleksitas (mengidentifikasi indicator sebagai tercapainya kompetensi dasar).

Memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan. Jika suatu  indikator hanya meliputi sebagian dari kondisi tersebut di atas, maka dapat dinyatakan memiliki kompleksitas sedang dan apabila tidak memerlukan kondisi tersebut indikator dapat dinyatakan memiliki kompleksitas rendah; (Panduan Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

  1. Daya dukung (berorientasi pada sumber belajar)

Adalah segala sumber daya dan potensi yang dapat mendukung penyelenggaraan pembelajaran seperti sarana dan prasarana meliputi perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran, ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders sekolah;

  1. Kemampuan intake(kemampuan rata-rata peserta didik).

Adalah rata-rata peserta didik atau kompetensi awal peserta didik yang  dapat dimanfaatkan dalam mencapai kompetensi dasar (KD) dan Standar Kompetensi (SK) yang telah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu. Untuk kelas X, kemampuan rata rata peserta didik dapat didasarkan pada hasil seleksi pada saat penerimaan peserta didik baru, nilai ujian nasional, rapor SMP, tes seleksi masuk atau psikotes; Sedangkan penetapan intake di kelas XI dan XII berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya dengan selalu mempertimbangkan keterkaitan antara indicator dengan indikator sebelumnya yang telah dicapai oleh peserta didik.

KRITERIA PENJURUSAN

SMA Taruna Andigha Bogor  melakukan penjurusan dimulai kelas X Semester I dengan jurusan sebagai berikut:

  1. Program IPA dengan ciri utama mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi dan Matematika;
  2. Program IPS dengan ciri utama mata pelajaran Ekonomi, Geografi dan Sosiologi.

Proses penjurusan yang dilakukan berdasarkan kemampuan akademik, potensi siswa, pilihan siswa, dan hasil psikologi.

Proses penjurusan secara akademik dilakukan sebagai berikut:

  1. Untuk siswa yang masuk program IPA , maka empat mata pelajaran ciri khas utama program IPA (Fisika, Kimia, Biologi dan Matematika) harus mencapai ketuntasan minimal dalam aspek kognitif untuk keempat mata pelajran cirri utama program IPA minimal 75;
  2. Untuk siswa yang masuk program IPS, maka tiga mata pelajaran ciri khas program IPS ( Ekonomi,Geografi dan Sosiologi ) harus mencapai ketuntasn minimal dalam aspek kognitif minimal 75
  3. Nilai yang dimaksud di atas adalah nilai yang diperoleh siswa pada semester genap.

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP

Pendidikan  kecakapan  hidup  yang  dilaksanakan  pada  SMA Taruna Andigha Bogor adalah :

  1. Pendidikan Agama dalam bentuk baca tulis Al-qur’an, Seni kaligrafi Al-Qur’an, Da’kwah, Seni Kosidah Modern, Marawis;
  2. English Day;
  3. Pembelajaran teknologi informasi yang memberikan kegiatan kepada siswa tentang kemampuan dibidang video editing, dan web disain.
  4. Pembelajaran dilapangan langsung (field trip) yang dilaksanakan bekerjasama dengan instansi atau perusahan seperti LIPI, Balai Penelitian Perikanan, Taman Buah, Biotrop dan lain-lain.

Pendidkan kecakapan hidup juga dilakukan  hampir pada seluruh kegiatan ekstrakurikuler (dalam bentuk seperti bela Negara yang dikemas dalam satu kegiatan awal berupa latihan dasar kepemimpinan).

PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL DAN GLOBAL

Penerapan pendidikan yang mengacu pada basis keunggulan local (daerah) yang dilakukan di SMA Taruna Andigha Kota Bogor adalah :

  1. Pendidikan Bahasa Sunda sebagai salah satu mata pelajaran yang dikembangkan untuk mempertahankan akar budaya di daerah Jawa Barat;
  2. Pendidikan Seni dan Budaya yang mengajarkan tentang budaya sunda sepeti degung dan karawitan, yang dipadukan dengan perkembangan seni saat ini (kolaborasi). Kegiatan ini dilakukan baik secara ekstrakurikuler maupun intrkurikuler;
  3. Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan bagian dari bentuk pendidikan cita lingkungan hidup yang diajarkan. Implemtasinya dalam bentuk menumbuhkan sikap peserta didik peduli lingkungan alam baik di rumah, disekolah dan dilingkungan masyarakat;
  4. Sebagai salah satu sekolah yang memiliki potensi peserta didik yang hetrogen maka pengembangan dilakukan lebih lanjut dalam bentuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada setiap siswa untuk dapat mengembangkan potensinya baik secara akademik maupun non akademik.
Assalamu 'alaikum, ada yang bisa dibantu?

SMA Taruna Andigha Bogor, Siap Menerima Siswa/i baru - Mencetak Generasi Bangsa Cerdas, Kreatif dan Religius

Panitia PPDB 2020

Bu Tuti Sulasmi

Online

Admin PPDB 2020

Bu Nina Zuliana

Online

Bu Tuti SulasmiPanitia PPDB 2020/2021 - Kami Siap Melayani Anda

Assalamu 'alaikum ada Yang Bisa Kami Bantu? 00.00

Bu Nina ZulianaPanitia PPDB SMATA 2020 - Keep Smiling

Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa kami bantu? 00.00