Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya, peserta didik baru SMA Taruna Andigha mendapatkan materi Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Materi disampaikan oleh Ibu Rantian, selaku Guru Mata Pelajaran Geografi SMA Taruna Andigha. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga letusan gunung api. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu bertindak dengan cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat.
Ibu Rantian juga mengajak peserta didik untuk memahami langkah-langkah kesiapsiagaan, mulai dari mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar, memahami jalur evakuasi, menjaga ketenangan saat terjadi bencana, hingga pentingnya mengikuti arahan dari pihak yang berwenang. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting untuk meminimalkan risiko dan melindungi diri maupun orang lain.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik baru mengikuti materi dengan penuh perhatian. Berbagai contoh kasus dan penjelasan yang disampaikan membuat siswa lebih memahami pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan.
Melalui materi Kesiapsiagaan Bencana, diharapkan peserta didik baru tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai jenis-jenis bencana, tetapi juga mampu menerapkan sikap tanggap, disiplin, dan sigap dalam menghadapi situasi darurat. Dengan bekal tersebut, SMA Taruna Andigha berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitar.
Penulis : Muhamad Fachrul Rozzy


Tinggalkan Balasan