Dalam rangka membentuk peserta didik yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya di SMA Taruna Andigha menghadirkan materi Bahaya NAPZA dan Fenomena Sosial. Materi ini disampaikan oleh Bapak Riswanda Upara, S.Sos, selaku Guru Mata Pelajaran Sosiologi.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Riswanda menjelaskan bahwa NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) merupakan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, masa depan, hingga kehidupan sosial seseorang. Beliau mengingatkan peserta didik agar memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan NAPZA serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau pergaulan yang berdampak negatif.
Selain membahas bahaya NAPZA, materi juga mengangkat berbagai fenomena sosial yang sering ditemui di kalangan remaja, seperti perundungan (bullying), kenakalan remaja, pengaruh media sosial, hingga pentingnya membangun pergaulan yang sehat. Para siswa diajak untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan, menghargai perbedaan, serta menjaga etika dalam berinteraksi, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat.
Penyampaian materi berlangsung secara komunikatif dan interaktif. Peserta didik baru tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi remaja di era digital. Melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa memperoleh pemahaman bahwa setiap pilihan yang diambil akan membawa dampak bagi masa depan mereka.
Melalui materi ini, diharapkan peserta didik baru memiliki kesadaran untuk menjauhi penyalahgunaan NAPZA, mampu menyikapi berbagai fenomena sosial secara bijaksana, serta menjadi generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Penulis : Muhamad Fachrul Rozzy


Tinggalkan Balasan