Bogor, Rabu, 22 Juli 2026 – Rangkaian kegiatan hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya SMA Taruna Andigha dilanjutkan dengan penyampaian materi Literasi Digital yang dibawakan oleh Ibu Siti Nur Muslimah, S.Pd., M.Pd., selaku Guru Bahasa Indonesia dan Sejarah SMA Taruna Andigha.
Materi ini diberikan sebagai bekal bagi peserta didik baru agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran.
Dalam pemaparannya, Ibu Siti Nur Muslimah menjelaskan bahwa literasi digital bukan hanya sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan untuk mencari, memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang diperoleh dari berbagai media digital secara tepat. Para siswa diajak untuk menjadi pengguna internet yang cerdas dengan selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berpikir kritis dalam menghadapi arus informasi yang sangat cepat di era digital. Mereka diajak mengenali ciri-ciri berita hoaks, memahami etika dalam berkomunikasi di media sosial, menghargai hak cipta, serta menggunakan sumber informasi yang kredibel untuk mendukung kegiatan belajar.
Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif dengan berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta didik baru diajak untuk memahami bahwa media digital dapat menjadi sarana yang bermanfaat apabila digunakan secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.
Melalui materi Literasi Digital ini, diharapkan peserta didik baru SMA Taruna Andigha mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan budaya literasi, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berkolaborasi secara positif.
Sebagai bagian dari rangkaian MPLS Pancawaluya, kegiatan ini menjadi wujud komitmen SMA Taruna Andigha dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kecakapan digital, karakter yang kuat, dan kesiapan menghadapi tantangan di era transformasi digital.


Tinggalkan Balasan